KRI (Kontes Robot Indonesia) dan KCRI (Kontes Robot Cerdas Indonesia) adalah ajang kontes robot perguruan tinggi tingkat Regional III yang meliputi Provinsi Jawa Tengah dan Kalimantan. Pentas kali ini mengusung tema “Traveling Together for the Victory drums” atau “Bersama Kita Bisa Meraih Kemenangan”.
Diikuti oleh 13 tim untuk KRI dan 38 tim yang mengikuti KCRI. Pada KCRI sendiri terdiri dari 4 divisi yaitu, divisi Wheeled (Senior Robot Beroda), Legged (Senior Robot Berkaki), Expert Singel, dan Expert Battle.
Wheeled merupakan robot dengan sistem penggerak roda, bertugas untuk mencari lilin di kamar-kamar yang ada dalam lapangan KCRI dan mematikan api dengan menggunakan kipas maupun cairan, kemudian kembali lagi ke start. Untuk Legged hampir sama dengan Wheeled, hanya saja sistem penggeraknya adalah kaki.
Divisi Expert Singel, misi yang harus dijalankan adalah mematikan lilin yang di letakkan disembarang tempat dan mampu menyelamatkan sebuah boneka dan membawanya ke start. Divisi Expert Battle, misinya adalah memenangkan waktu untuk mematikan lilin yang di letakkan di beberapa kamar. Tantangan ini berbeda dengan tantangan yang lainya karena di dalam satu arena pertandingan terdapat dua robot yang kemunginan bertemunya dua robot yang sedang bertanding.
Lomba tahunan ini diadakan di Graha Sabha Pramana UGM (Universitas Gadjah Mada), Rabu, 13 Mei 2009 lalu.
Kampus ungu sendiri mengirimkan 2 tim yang terdiri dari team KRI dan tim KCRI. Untuk tim KRI terdiri dari 7 anggota dan pembimbingnya Ir. Rustam, dengan nama robot AV-Com. Sedangkan pada tim KCRI terdiri dari 5 anggota serta Eko Pramono, selaku pembimbing, dengan nama robot V-Com Smart yang mengikuti divisi Wheeled.
Robot AV-Com berhasil mengalahkan robot SA_Kura dari Universitas Islam Sultan Agung Semarang yang merupakan juara 2 tahun 2008 lalu. ”Merupakan kebanggaan tersendiri bagi robot kita yang bisa mengalahkan robot SA_Kura,” ujar M. Malik (06.11.1310) anggota KRI.
Namun, perjuangan robot STMIK Amikom Yogyakarta harus diakhiri sampai babak perempat final dengan kekalahannya atas robot Patriot milik UGM.
Ruli, mahasiswa semester 4 Teknik Informatika mangatakan, “Acara ini sangat menarik, untuk kedepannya lebih terorganisir dan disiapkan lagi”.
“Misalkan Amikom ingin lebih maju lagi, kampus harus memberikan fasilitas yang berkelanjutan lagi untuk lebih mengeksplor robot. Bukan hanya setelah lomba robot langsung masuk lab lagi,” tambah M. Malik, mahasiswa semester 6 Teknik Informatika. {ICHA,KIKI}
Tag: kontes robot, kontes robot ugm, robot
hikz… photona,
mana ya?? (ikut nge-rep.)