SUKABUMI – Sejak hari kedua perayaan lebaran, perairan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi nyaris memakan korban jiwa. Dua wisatawan lokal terseret arus ombak hingga puluhan meter dari bibir pantai.
Dua wisatawan yang nyaris menjadi korban laut selatan ini, antara lain Ilham Gunawan (16), dan Pandu (14). Keduanya terseret ombak dalam peristiwa yang berbeda.
Keterangan yang dihimpun, Pandu tenggelam pada Selasa (22/9/2009), sekira pukul 16.30 WIB. Tubuh pemuda asal Kampung Bangkongreang, Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi ini, terseret arus hingga kurang lebih radius 80 meter dari bibir Pantai Karang Naya.
Siswa kelas I SMP ini berhasil diselamatkan oleh sejumlah petugas gabungan Tim Serach and Rescue (SAR), Polairud Pelabuhanratu dan personil TNI AL yang tengah melakukan patroli pantai. Saat diselamatkan, Pandu sudah dalam kondisi memperihatinkan akibat kekurangan oksigen serta terlampau banyak menelan air laut.
“Tubuh korban sempat terombang-ambing ombak selama kurang lebih 30 menit,” ujar petugas Tim SAR Pelabuhanratu, Panjul.
Sehari sebelumnya, pantai yang terletak di wilayah Kecamatan Cisolok itu juga menenggelamkan Ilham Gunawan asal Kampung Nyalindung RT2/4 Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug. Saat diselamatkan petugas penjaga pantai, masing-masing korban sudah dalam kondisi yang memprihatinkan akibat terlampau banyak menelan air laut.
Humas Tim SAR Pelabuhanratu, Ucok Hidayat menerangkan sejak hari pertama perayaan lebaran, telah terdapat dua peristiwa kecelakaan laut di titik yang sama yakni Pantai Karang Naya. Masing-masing korban berhasil diselamatkan petugas penjaga pantai.
“Dari dugaan sementara, kedua korban terseret gelombang arus bawah ombak,” ujar Ucok Hidayat.
Dijelaskannya, sejak hari pertama perayaan lebaran, peraiaran Pelabuhanratu dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Diperkirakan jumlah pengunjung hingga Selasa sore, mencapai kurang lebih 8.000 orang. Jumlah kunjungan wisata pascalebaran ini akan terus melonjak hingga akhir pekan mendatang.(Toni Kamajaya/Koran SI/hri)
SUKABUMI – Sejak hari kedua perayaan lebaran, perairan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi nyaris memakan korban jiwa. Dua wisatawan lokal terseret arus ombak hingga puluhan meter dari bibir pantai.
Dua wisatawan yang nyaris menjadi korban laut selatan ini, antara lain Ilham Gunawan (16), dan Pandu (14). Keduanya terseret ombak dalam peristiwa yang berbeda.
Keterangan yang dihimpun, Pandu tenggelam pada Selasa (22/9/2009), sekira pukul 16.30 WIB. Tubuh pemuda asal Kampung Bangkongreang, Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi ini, terseret arus hingga kurang lebih radius 80 meter dari bibir Pantai Karang Naya.
Siswa kelas I SMP ini berhasil diselamatkan oleh sejumlah petugas gabungan Tim Serach and Rescue (SAR), Polairud Pelabuhanratu dan personil TNI AL yang tengah melakukan patroli pantai. Saat diselamatkan, Pandu sudah dalam kondisi memperihatinkan akibat kekurangan oksigen serta terlampau banyak menelan air laut.
“Tubuh korban sempat terombang-ambing ombak selama kurang lebih 30 menit,” ujar petugas Tim SAR Pelabuhanratu, Panjul.
Sehari sebelumnya, pantai yang terletak di wilayah Kecamatan Cisolok itu juga menenggelamkan Ilham Gunawan asal Kampung Nyalindung RT2/4 Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug. Saat diselamatkan petugas penjaga pantai, masing-masing korban sudah dalam kondisi yang memprihatinkan akibat terlampau banyak menelan air laut.
Humas Tim SAR Pelabuhanratu, Ucok Hidayat menerangkan sejak hari pertama perayaan lebaran, telah terdapat dua peristiwa kecelakaan laut di titik yang sama yakni Pantai Karang Naya. Masing-masing korban berhasil diselamatkan petugas penjaga pantai.
“Dari dugaan sementara, kedua korban terseret gelombang arus bawah ombak,” ujar Ucok Hidayat.
Dijelaskannya, sejak hari pertama perayaan lebaran, peraiaran Pelabuhanratu dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Diperkirakan jumlah pengunjung hingga Selasa sore, mencapai kurang lebih 8.000 orang. Jumlah kunjungan wisata pascalebaran ini akan terus melonjak hingga akhir pekan mendatang.(Toni Kamajaya/Koran SI/hri)
Entri ini dikirim pada hari Rabu, 23 September 2009 pukul 6:02 am dan di arsipkan di bawah berita. Anda dapat mengikuti tanggapan terhadap entri ini melalui umpan RSS 2.0.
Anda dapat meninggalkan tanggapan atau melacak balik dari situs Anda.